Naik Pesawat Jawa-Bali, Traveler yang Sudah Vaksin Kedua Tak Perlu Tes PCR

Jakarta – Hasil tes PCR menjadi syarat untuk keberangkatan penerbangan domestik. Namun hal ini tidak berlaku bagi penumpang yang sudah mendapatkan vaksinasi kedua.
Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2021, mengatur persyaratan perjalanan dalam menggunakan transportasi umum. Khususnya dalam pesawat udara di wilayah kategori level 2 dan 3 Jawa-Bali.

Mengutip CNBC Indonesia, instruksi tersebut menyatakan bahwa, apabila penumpang sudah vaksin hingga dosis kedua, maka cukup melakukan tes Antigen pada H-1 sebelum keberangkatan. Akan tetapi jika hanya memiliki vaksinasi dosis pertama, maka harus tes PCR dalam kurun waktu H-2.

Sementara itu, untuk pengguna moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, kereta api, bis dan kapal laut harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama serta hasil tes negatif Antigen H-1 sebagai syarat.

Pemerintah memastikan aturan tersebut tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek. Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Diberitakan sebelumnya oleh detikcom, selain dari pemerintah, syarat naik pesawat dari maskapai juga harus diperhatikan. Misalnya Garuda Indonesia mengharuskan semua syarat keberangkatan diprint.

Sementara terkait vaksinasi, dikutip dari laman Kemenkes, vaksin sudah bisa diberikan mulai dari usia 12 tahun. Pemberian vaksin tersebut bekerja sama dengan layanan pendidikan untuk mempermudah pendataan dan pengawasan.

“Vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat,” tulis situs Kemenkes.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: